dan semakin teringat semakin aku benci sama semua yang pernah kamu katakan
saat itu ditanya masih cinta sama yang lalu apa enggak, jawabnya malah
"bukan masalah masih apa enggak, tapi realistis aja"
itu tandanya kamu masih cinta
padahal tinggal jawab "masih" atau "enggak"
malah jawabnya muter-muter gajelas
manipulasi kata-kata biar gak keliatan salah
sok jadi ratu 'adil' buat menutupi keserakahan
padahal aku gapernah tanya tentang preferensi atau lain-lainnya
tentang masa depan juga, ga begitu peduli
kamu kelak akan menikahi siapa, aku ga begitu peduli
aku cuma mau tau kamu saat itu masih cinta dia apa enggak
dan ternyata masih
dan di saat yang sama kamu jadiin aku pelarian, coba-coba
karena kamu patah hati, taunya dia udah ada yang baru
kalau enggak, kamu ga akan mendekat
dan di situ aku kayak orang bloon yang gatau apa-apa
tapi malah kena getahnya; dibicarakan, difitnah, dilabrak
padahal intensiku ke kamu bersih dan tulus
gapernah aku jadiin kamu pelarian dan opsi
gapernah aku manfaatin kamu buat keuntungan pribadi
gapernah aku banding-bandingin kamu sama orang lain
yang aku pikirin cuma gimana aku dan kamu bisa berbagi kebahagiaan
tapi ternyata kamu gak mikirin hal yang sama, ya
semua itu makin keliatan jelas pas mantanmu punya orang baru beneran
kamu galau setengah mati, kan?
sedangkan pas aku yang mulai pergi, kamu gak seterluka itu
kamu gak merasa bersalah dan menyesal
tapi pas dia yang pergi, kamu seterpuruk itu
aku bodoh, ya
dan
kamu jahat
ternyata aku bukan satu-satunya, bukan nomor satu juga
di situlah kejahatannya, tapi kamu selalu denial
dan aku mulai benci orang-orang yang mengaku cinta kebebasan
mereka suka seenaknya mempermainkan perasaan orang
dengan segala teknik manipulasi
atas nama 'kebebasan'
atas nama 'takdir'
atas nama 'bingung'
padahal hanya mau lepas tanggungjawab
padahal hanya mau senang-senang tanpa bayar konsekuensinya
setelah bikin orang terluka, malah ngelunjak; minta tetap berteman
minta keduanya buat tetap menjadi opsi di masa depan
padahal mempertemukan dan mendamaikan keduanya aja kamu gak mampu
sakit banget rasanya, dan belum sembuh sampai sekarang
sekalipun niat aslimu tidak untuk menyakitiku, realitanya aku tetap merasa sakit
dan itu gak bisa dibantah cuma dengan alasan "tapi kan niatku nggak begitu"
gapernah aku ngerasa sakit hati karena perkara cinta yang separah ini
biarlah orang menganggap aku skill issue, mungkin memang begitu
sampe aku takut mau dekat sama orang lagi
takut ngalamin kaya gini lagi
takut disakiti dan dibohongi lagi
oleh karenanya, aku ingin mendapat dan bertemu seseorang yang jauh lebih baik dari kamu
yang ga akan nyakitin aku kayak gitu (sengaja maupun tidak)
yang bisa selalu meyakinkan aku (ketika aku gayakin bahwa aku dicintai)
yang bisa selalu melindungi aku (ketika ada yang ngelabrak dan mengguncang mentalku)
yang jadiin aku satu-satunya (sebagai tujuan akhir yang diusahakan)
yang gak ragu buat memilih aku sepenuhnya (dengan yakin tanpa membandingkan aku dengan yang lain)
yang komunikasinya jelas, konsisten, tidak membuatku berada dalam kompetisi dengan masa lalunya, dan mau membicarakan masalah ketika muncul
karena aku layak bahagia dan bebas dari luka-luka itu, iya kan?
karena aku gamau mengharapkan kamu berubah
kalau kamu memang nyamannya jadi orang yang begitu dan sebegitu cintanya dengan kebebasan, tetaplah seperti itu
aku ga akan misahin kamu dengan sesuatu yang benar-benar kamu cintai
walau aku gabisa bertahan sama yang kayak gitu;
lama-lama aku bisa rusak
tapi aku gamau membebani oranglain dengan minta mereka berubah
dan kalau tetap bertahan, bisa aja aku akan minta kamu menghapus semua hal tentang masa lalumu
karena aku ternyata gabisa menerima orang yang masih terkoneksi dengan masa lalu
kamu jelas ga akan mau kan, ya gapapa juga
kamu pasti akan selalu meromantisasi kenangan dan masa lalumu
dan gak mau mengalah buat menjaga perasaanku
soalnya perasaanku itu sepele, dan bukan tanggungjawabmu. begitu kan?
tapi semoga kamu gak mendapat karma buruk dari hal-hal itu ya
sakitku memang belum sembuh, tapi aku harap semesta gak jahat-jahat ke kamu
semoga semua hal baik datang ke kamu
walaupun aku masih sulit mengikhlaskan sakitnya
(berat, makan banyak uang dan waktu untuk mengupayakan kesembuhannya)
(tapi aku yakin, akan sembuh juga, walau gatau kapan dan bagaimana)
dan sekarang aku jadi semakin tidak yakin
bahwa akan ada orang- yang benar-benar
mampu tulus mencintai dan merengkuh semua baik-burukku
memangnya bisa ya? gak tau, aku gak pernah seberuntung itu
terima kasih sudah sempat membuat aku merasa dicintai
(sebelumnya aku belum pernah merasa begitu, lho)
walau mungkin hanya sebagai angin lalu dalam hidupmu
yang pemeran utamanya adalah masa lalumu itu
terima kasih juga atas segala pelajaran hidup dan lukanya
selamat jalan
gapapa kalau kamu mau lanjut jalan ke lembaran baru duluan
aku masih sibuk menyembuhkan luka yang kemarin
jadi jalan laginya kapan-kapan aja
0 komentar:
Posting Komentar